Jumat, 17 November 2017

Rencana?

Aku lagi marah.
biasanya Aku akan banyak mengeluarkan kata-kata yang tidak bisa langsung ku ucapkan dengan mulutku.
Aku sedang bosan dengan hiruk pikuk kampus.
semua manusia didalamnya mempunyai sifat-sifat yang sangat Aku benci.
mereka apatis, mereka sombong, mereka selalu saja merasa paling pintar sendiri.
Aku tidak betah saja tinggal dilingkungan yang tidak bisa saling tolong menolong seperti ini.
mulut mereka itu aaakkhhh ingin sekali aku menyiramnya dengan air raksa(jiwa saikoku akhirnya keluar).
Aku tidak begitu menyukai rencana masa depan. tapi teman-temanku ini seakan sudah tau masa depan mereka masing-masing. mereka meyakini bahwa yang nilainya A dan B tanpa C akan sukses dunia akhirat. ga deng aku berlebihan. Mereka terlalu meremehkan yang menurut mereka dibawah mereka. you know what I mean khaaaaannnnn?
Aku tau seharusnya Aku tidak marah dengan  perbedaan yang ada.
Aku seharusnya menghargai sifat mereka yang terlalu sistematis, yang terlalu perencana.
beda denganku yang hanya mendayung di aliran sungai. Aku nyaman seperti ini. Aku tenang, toh semuanya Akan sampai pada waktunya.
tapi Aku tidak suka mereka yang melawan arus atau mereka yang sibuk berenang kesana kemari merusak aliran sungai tenangku. Aku merasa mereka merusak semuanya. mereka merusak ketenanganku.
Aku hanya ingin menagih hakku untuk diam. untuk menikmati angin dan gemercik. tapi kalian ini ya selalu saja berisik. huffftttt.
sifat mereka itu sengak sekali seolah-olah hidup ini rumah mereka, seakan sungai ini milik mereka seorang. mereka lupa ada kehidupan lain disekitar mereka. mereka tidak pernah berfikir adakah orang yang terganggu karena hingar-bingar yang mereka ciptakan?.
kenapa setiapa aku stres dan ingin marah Aku selalu saja lapar.
ke richeese kuy. level 3.



Sabtu, 04 November 2017

hari H dan selanjutnya.

Hai semuanya..
Pertama Aku akan berjanji ini adalah tulisan terakhirku mengenai masalah ini.
Jadi gini pada tanggal 28 Oktober lalu akhirnya kami semua dapat menyalurkan hak kami sebagai warga negara yang baik yaitu memilih atau memberi suara kami untuk pemimpin desa kami.
ditulisan sebelumnya Aku tidak terlalu membahas secara spesifik tentang siapa saja calon-calon yang ada di desa kami, dan sekarang Aku ingin sedikit memberi gambaran tentang mereka.
oke jadi ada 2 calon, calon yang pertama adalah pemimpin lama yang mencalonkan diri lagi. dan yang kedua adalah calon baru (yaiyalah). mungkin karena hanya ada 2 calon sehingga sangat-sangat terasaa sekali udara persaingan mereka berdua dan yang sangat merasakan dampaknya adalah kami rakyat biasa. ibaratnya gini gegara 2 calon ini kami terpisah menjadi 2 bagian yang memiliki pilihan yang berbeda dan sayangnya karena perbedaan inilah kami menjadi saling adu mulut, saling diam tapi membicarakan dari belakang, saling sakit menyakiti. mungkin kami belum sadar bahwasanya tetangga dan semua yang hidup di desa ini adalah saudara dan saudara itu reflection dari diri kita sendiri tidak mungkin dong kita tega menyakiti diri kita ibaratnya begitu. kamu nyakitin tetangga kamu sama aja nyakitin dirisendiri.
Ketika hari H tiba dari pagi sampai jam 14:00 suasana masih terkendali. Tapi beberapa puluh menit kemudian suasana jadi ricuh karena sedang dilangsungkannya penghitungan suara. Ada yang bilang banyak pemuda yang mabuk iya mabuk minuman mabuk apalagi?. di desa kamipun ada sajalah pemuda-pemuda yang "begitu". Hasil akhirnya adalah calon kedua yaitu calon baru dinyatakan menang dalam pemilihan itu. ada pulak pemuda-pemuda yang telanjang dan di beri pilok bertuliskan nomor urut calon di dadanya mereka melakukan konvoi-konvoi ga jelas menurutku.
Aku fikir calon pertama yang menang, dan kebanyakan orang juga berfikiran seperti itu dan calon kedua ini tidak pernah di prediksikan akan menang. karena desas desus yang tumbuh dimasyarakat adalah calon pertama yang akan menang. anyways akhirnya begitu kan. mereka yang pendukung calon menang tersebut melakukan surak (melemparkan uang koin dan beras ke halayak ramai) didesa kami memang begitu budayanya ketika menyalurkan rasa bahagia atau bersyukur mereka. 
Keesokan harinya Aku berangkat ngampus sekitar jam 08:00 dan kalian tau apa yang terjadi di desa kami?. Desa kami sepiiiiiii sekali serius sepi kali kali kali. rasanya itu adem banget. jam 08:00 booo setidaknya pasti lah ada satu dua motor yang melintas dijalan but ketika hari itu jam itu tidak ada. pintu-pintu di tutup. dan tidak ada orang yang berjalan di samping-samping jalan raya. wow kan..
Setelah berbulan-bulan sebelum hari H diadakan kami kan sudah terpecah belah tuh kaya yang pernah Aku tuliskan ditulisan sebelumnya. ya Aku fikir kalau orang-orang ini meributkan satu alasan yaitu siapa yang akan menjadi pemmpin? toh sekarang ssudah terpilih. tapi ternyata tidak loh pemirsa ada orang-orang yang tetapi diem-dieman atau tetap menjelek-jelekan satu sama lain, masih dendam dan masih mendiamkan. ternyata masih jadi perbincangan yang sangat amat diminati oleh ibu-ibu dan bapak-bapak loh calon-calon ini. sangat jarang sekali orang-orang yang berfikiran seperti ini "yasudah yang sudah ya sudah, kita lupakan yang lalu, yuk damai lagi". oh my lorrddd.
trus Aku sebagai pemuda harus bagaimana?
you know di desa Aku ini hanya orang-orang Tua saja yang diberi hak seutuhnya untuk mengemukakan pendapat. Anak muda 20 tahun macam Aku ini masih di anggap anak-anak yang belum tau apa-apa oh cameoonnn man... Aku tau ini tidak lah adil. tapi ada baiknya juga anak muda sepertiku tidak diberi kesempatan untuk bicara. ketika Aku diam Aku merasa lebih banyak menyerap apa saja yang ada disekitarku karena aku fokus kepada indra pendengar. namun ketika Aku ikut berpendapat didepan mereka para orang-orang yang katanya tua atau dewasa ini  fokusku akan terbagi kemulut, dan Aku faham bahwa mulutku Harimauku, bisa saja Aku menyakiti sediri atau orang lain yang Akan terluka oleh kata-kataku.
Beberapa hari ini Aku berdoa kepada Allah semoga kami disatukan kembali seperti sedia kala. Amiinnnn. Mohon bantuan doanya juga ya pembaca. terimakasih sebelumnya.


Sabtu, 28 Oktober 2017

Pencalonan

Selamat malam semuanya
kali ini Aku ingin bercerita tentang PILWU(Pemilihan Kuwu) atau Pemilihan Kepala Desa. Jadi besok itu  adalah hari pemungutan suara untuk memilih Kepala Desa periode 2017-2022(kalau ga salah). Siapapun yang akan jadi Aku harap bisa memaksimalkan semua potensi yang ada di Desa ini.
but kali ini aku tidak ingin membahas calon-calon tersebut yang akan Aku bahas kali ini adalah dampak yang Aku rasakan dengan adanya pencalonan ini.
Demokrasi?
 Aku setuju dengan gagasan tersebut. istilahnya dengan Demokrasi kita diharapkan bisa menghargai pendapat orang lain agar kita dapat bersama-sama menentukan sebuah tujuan.
tapi sangat disayangkan orang-orang yang hidp di sekitarku tidak bisa mengharagai perbedaan pendapat tersebut sehingga banyak sekali tetangga yang tiba-tiba "mendiamkan" tetangganya sendiri hanya karena hal sepele seperti ini. Aku ingin sekali bilang kepada mereka bahwasanya bukan begini caranya berdemokrasi. apa maksud kalian berantem satu sama lain, adu mulut, bergosip di warung sayuran dan yang dibahaspun itu-itu aja kaga ada faedahnya. Apa dengan kalian berantem itu lantas bisa merubah segalanya?tiba-tiba calon kalian bisa seketika menang? kan tidak. Aku hanya tidaak habis fikir dengan tanah yang Aku tinggali sekarang ketika kebanyakan anak muda lantang menyuarakan hargai perbedaan antar Suku, antar Agama dll. oh ayolah lihat lebih dekat bahkan di ranah desa saja begini hebatnya, orang-orang tidak bisa menghargai perbedaan walaupun tujuan mereka sama, tempat ibadah mereka sama, bahkan doa yang mereka ucapkan sama. Tapi mereka tidak lantas melupakan satu perbedaan yang mereka miliki kok. toh mereka masih saja bergunjing sana sini ngomongin keburukan masing-masing calon. dengan adanya ini Aku tersadar bahwa untuk memecah belah Masyarakat itu ternyata sangat mudah sekali. ya seperti ini contohnya.
calon A mencari masa yang sekiranya mereka adalah pembenci calon B. dan begitu seterusnya.
Money Politic atau Politik Uang.
kalian pasti sudah tak aasing lagi bukan dengan kata itu.
jujur karena ini pertama kali Aku berkonstribusi dalam sebuah pemilihan pemimpin, ini aadalah kali pertamanya Aku mendapatkan uang cuma-cuma tanpa kerja apa-apa, tiba-tiba ada orang yang memberi amplop dengan gambar calon kepala desa tak ketinggalan slogan merekapun ada terpampang didepan amplop berisikan uang itu. total yang uang yang Aku dapatkan dari kedua calon tersebut adalah 370K. jumlah yang cukup banyak menurutku. kalau saja Aku gunakan uang ini untuk membeli cream malam dan cream siang wardah niscaya Aku akan mendapatkan 9 cream. mantappsss jiwa. tapi yang Aku rasakan adalah uang itu tidakada efek apa-apa terhadap diriku. mungkin itu yang disebuat uang tak berkah ya...
dan yang paling membuatku  heran adalah  suaraku ternyata lumayan mahal juga. hahah
oia ada lagi hal unik yang tumbuh disini yaitu ada beberapa orang yang percaya bahwa uang dari para calon tersebut pantang di makan atau digunakan. kenapa? karena ada andil dukun-dukun. agar kita pada akhirnya mau memilih calon tersebut. sehingga jika besok kita tidak memilih calon tersebut maka uang yang terlanjur kita makan akan berdampak buruk terhadap diri kita. ya kareeemmm. Aku percaya Allah, Aaku pecaya Dia maha melindungi, Dia maha besar. jadi Aku yakin Allah akan melindungi kita semua dari hal-hal yang buruk. amiinnn.
Ritme klasik yang terjadi pada sebuah "Pencalonan Kepala Desa" adalah:
Pasti Kepala Desa lama akan mencalonkan diri(lagi) diperiode selanjutnya. mungkin benar sifat manusia memang seperti itu selalu kurang puas. mungkin juga karena hal tersebut terlahirlah UU yang mengatur batasan seseorang untuk memimpin. kalau tidak diberlakukan UUD seperti ini Aku yakin tidak ada pergantian kepemimpinan.
Fakta-fakta yang Aku tau tentang Pencalonan ini
ternyata uang yang di keluarkan untuk merebut tombak kepemimpinan itu tidak sedikit salah satu calon ada yang sudah mengeluarkan uang 200jtlebih hanya untuk membagi sembako dan Uang untuk masyarakat yang belum tentu akan membarikan suaranya untuk memilih Anda.
Fakta kedua adalah ada istilah cucuk(bahasa jawa berarti paruh unggas).
cucuk disini hanya istilah untuk tim sukses salah satu calon tersebut. cucuk bertanggung jawab untuk mengajak orang lain agar memilih calon yang mereka pilih.
lalu kalian tau berapa imbalan cucuk jika suatu saat calon yang mereka pilih menjai Kepala Desa?
1jt iya 1jt. menurutku lumayan lah uang segitu bisa  digunakan untuk membeli maca-macam.
masih banyak yang ingin Aku tuliskan tapi ini sudah jam 1lebih. Aku ngantuksss..sudah dulu ya.



Kamis, 12 Oktober 2017

Semester Lima (bukan ibu kota Peru)

Sekitar 2hari yang lalu ada orang yang nanya ke Aku. kira-kira begini :
Amel tuh selama kuliah sampe semester 5 ini dapet apa aja?, ada ga gitu yang bisa atau ahli dalam 1 pelajaran tertentu.
Aku ngedenger itu ga kaget sih karena aku juga sering menanyakan itu ke diri Aku sendiri.
cuma Aku bingung aja harus jawabnya gimana hahaha. soalnya sebanyak apapun Aku tanya dan mencari jawabanya tetep aja ga ketemu. jadi bisa Aku simpulkan bahwasanya Aku tidak bisa apa-apa. 
trus kalau ga bisa apa-apa untuk apa Aku ngabisin uang ortu, ngabisin waktu dan tenaga untuk jauh-jauh kuliah bolak-blik hampir tiap hari? lantas mana output yang di hasilkan dari input-inputan tersebut?
kalau bahasa DFD ini dinamakan blackhole karena input masuk tapi tidak ada output sama sekali.
ya mungkin ga sama sekali banget sih, ada beberapa yang nyangkol, sedikit ding bukan beberapa, kadang Aku berfikir ini salah siapa sih? salahnya sistem perkuliahan atau Dosen atau mungkin Aku yang Oonnya keterlaluan atau Akunya aja yang malesnya naudzubillah ketika di suruh belajar?. Entahlah.
kayanya Aku deh yang salah karena caraku belajar itu sama kaya anak SMP yang masih maunya di suapin melulu. kaya "ini loh kamu harus baca ini", "kamu pelajari tentang ini ya"."kamu cari deh materi tentang ini tapi di batasi dari A ke B" .ibaratnya Aku ga bisa nyari materi seenak jidat di baca semuanya dan tau-taunya ga masukk sama sekali. Udah mah Aku males banget baca lagi. ya ampun kamu ini mahasiswa macam apa sih?.
dulu saat Aku masih semester 1 ada Dosen yang bilang, "Kalian itu masuk TI udah salah. udah ga usah di lanjutin". semenjak saat itu Aku kek mikir gitu sih ada benernya juga Bapak itu ngomong semakin Aku naik tingkat semakin Aku ga tau apa-apa tentang semua ini. di tambah beban tugas yang menumpuk dan deadline ini itu. Semester 6 Aku harus mengikuti KP kemudian setelah itu ada laporan KP. Semester 7 ngurus ini itu. Semester 8 Skripsi. Tanpa Aku sadari waktu begitu cepat berlalu dan Aku masih diam disini tanpa mengerjakan apa-apa. Aku merasa tidak bisa mempertanggung jawabkan title yang ada di belakang namaku kelak. Kalau mikir lagi tentang itu kek serem banget gitu loh. Walaupun mungkin ketika di jalani ga seserem yang Aku fikirkan tapi tetap saja beban.ngeliat kaka tingkat yang bolak-balik bimbingan. Bolak-balik ruang dosen atau nunggu dosen berjam-jam untuk minta tanda tangan, mendengar cerita-cerita mereka. Nonton The Conjuring, Ouija, Anabel atau film-film horor lainya Aku ga takut sama sekali tapi ketika memikirkan Kuliah idihhh Subhanallah seremnya minta ampun.
Gatau deh kenapa mungkin Aku aja yang berlebihan menyimpulkan ini semua. Tapi beneran deh serius Aku takut. Hahahaha.
sebenernya masih banyak sih yang mau Aku tulis tapi sekarang Aku harus nyuci piring. cucian piring Aku udah kaya Dosa, buanyak banget. 



Senin, 02 Oktober 2017

Dunia Maya?

Catatan ini tercipta ketika HPku koma. LCDnya rusak. Oleh karena itu kegiatanku di media sosial berkurang. Alhamdulillah dengan datangnya musibah itu lahirlah celotehan sebagai berikut :

Pernah tidak merasakan bosan terhadap social media?
Seperti ingin sekali menjalani hidup di dunia nyata?
Hidup yang sebenar-benarnya.
Kehidupan yang tidak harus bikin status untuk pamer atau sekedar meluapkan amarah.
Zaman sekarang angka Like di instagram menjadi sangat penting karena sifat manusia notabene memang senang di sukai oleh manusia lain, padahal kita tidak tau dia mentouch like itu karena benar suka atau hanya ingin dilike balik saja?
Aku ingin hidup di dunia nyata yang ibaratnya kalaupun Aku tidak suka dengan seseorang Aku tahu persis alasanya. Tidak seperti di dunia maya Aku dapat membenci seseorang hanya karena postannya yang menurutku seperti sampah. Spam melulu.
Aku takut kesopananku dapat habis hanya karena Aku sering bermedia social. Aku takut moralku berubah hanya karena Aku melihat video-video yang tidaak ada feedback apa-apa terhadap diriku. Aku khawatir secara tidak sadar Aku dirusak oleh social media. Lebih parahnya lagi Aku takut menjadi Anti social di dunia nyata karena sibuk mengurus “imageku” di social media.
Tidak jarang orang yang sangat berbeda antara kehidupan nyata dan feed-feed mereka di social media. Menurutku sih gimana yaa.. Aku tau itu hak-hak mereka mengupload apapun di social media mereka toh itu punya mereka kan. Tapi setidaknya jangan jadi orang yang fake banget tuh. Buset dah Aku nyinyir amat ya. But honestly Aku tidak menyukai orang-orang seperti itu.
Sedihnya adalah yang Aku rasakan sekarang justru social media ini tidak terlalu worth it untuk anak muda jaman sekarang. Mungkin sebagian kecil ada yang menggunaka social media dengan baik contohnya bikin online shop mungkin atau bikin akun tentang puisi?. Ya apa saja hal yang positif lainya. Namun hati-hati jaman sekarang banyak juga orang yan berprasangka buruk dan seenak jidat mengartikan post-an kita di dunia maya. Padahal kembali lagi ya niat orang kan berbeda-beda. Jangan gampang  panas karena orang lain ngepost sesuatu yang bikin kamu jengkel atau menyinggung perasaaanmu mungkin. Karena yang tau maksud mereka itu hanya Tuhan. Kita sebagai manusia hanya bisa apa? Ya nonton doang sambil nyinyir. Hahaha
Jadi apa inti dari tulisanku kali ini?
Entahlah tak ada.

Minggu, 01 Oktober 2017

Twenty Years Old

Hari ini Aku Ulang Tahun.
sudah-sudah tak usah beri Aku selamat cukup doakan Aku saja.
sebenarnya Aku bingung apa yang ingin Aku ceritakan terlebih dahulu.
perasaaanku mungkin?.
Ulang tahun di umur 20 itu jujur Aku sangat terbebani bukan berarti Aku tidak bersyukur karena Tuhan sudah memberiku umur sepanjang ini, hanya saja Aku belum siap menjadi dewasa. atau bahkan menikah. punya anak dan lain-lain. kata orang-orang umur 20 adalah puncak galau yang sesungguhnya. dan yap sepertinya itu benar.
Aku banyak melihat hal yang seharusnya Aku pelajari tapi Aku terlalu banyak berfikir hingga akhirnya tak ada ujung dari sebuah pemikiran-pemikiranku.
mau jadi apa kelak? mau dibawa kemana tubuhku ini? jawaban dari  pertanyaan-pertanyaan masa depanku itu Aku tidak tau. bukan karena Aku malas berfikir tentang hal itu tapi sungguh Aku tidak tau. terkadang Aku berdalih Aku percaya Tuhan sudah mengatur semuanya. dan Dia adalah sebaik-baiknya perencana. lantas kenapa Aku harus repot-repot merencanakan sesuatu yang sesungguhnya sudah ada Rencana-Nya yang lebih indah?. you know what I mean kan?.
Apa yang Aku harapkan di ulang tahn yang ke 20 ini?
tak muluk-muluk Aku hanya ingin menjadi manusia yang berguna, yang bisa peka terhadap lingkungan sekitar. seperti orang-orang kebanyakan Aku juga ingin menjadi lebih baik lagi dari segala aspek. baik itu ibadah, perilaku, tutur kata dll. anehnya Aku sudah tidak ingin hal-hal kecil seperti ucapan "selamat", kado, kue, atau Aku rela begadang demi menunggu siapa yang akan mengucapkan tepat pada 00:00. Sungguh Aku tidak butuh itu semua. Aku hanya ingin Doa tulus kalian. sudah itu saja.
masalah Cinta?
hahaha Aku tidak mau mengumbar-ngumbar cerita cinta di blogku.Aku hanya sedang belajar mencintai diriku sendiri. Aku sedang berusaha jatuh cinta sejatuh-jatuhnya kepada diriku. karena Aku yakin ketika seseorang sudah bisa mencintai diri sendiri maka Dia tidak akan sulit membagi cintanya kepada orang lain. sekian




first time ketemu camer

Sesuai judulnya Hari ini tanggal 2 juni 2022 Aku ketemu sama calon mertua Uhuuyyyy Kebayang gaaaa sihhhhh gimana excitednya akuuuu Kita liat...