Jumat, 10 Desember 2021

My Insecurities and letter to my mom

 Hola. Im 24 Yo.

Perempuan dengan usia matang. belum menikah. tidak punya kerjaan alias menganggur. cuma diam di rumah ibunya dan tidak punya penghasilan. 

kira-kira begitu pandangan orang-orang terhadapku. termasuk ibuk dan keluargaku.

am I sad? nope.

am I hopeless? not reallly.

am I mad ? hope not.

how do I feel?

I dont think its a good answer. but Im feeling exhausted and confuse. sometimes I give up on my self. sometimes I think Im not deserve anyting. Im just seonggok daging without kemampuan apa-apa. all those negativity just stuck on my head.

Komentar orang-orang around me terhadap aku. membuat aku muak. 

When people said.

kok lulusan IT gak kerja? malu dong

gak kok sumpah aku gak malu. biasa aja. memang kenapa kalau tidak bekerja?

sayang lah uang orang tua kamu sudah keluar begitu banyaknya tapi kamu tidak bisa mengembalikan biaya hidup yang telah orang tuamu kasih?

menurut aku sebanyak apapun uang yang kita punya entah itu 1 2 M atau mungkin 1T gak akan cukup untuk mengembalikan kebaikan orang tua kita. Im a right? 

I talk to my mother aka Curhat

kenapa ya buk. orang-orang kok pada nanyain kenapa gak kerja? kenapa nganggur? kan kaka gak merugikan mereka. kaka juga gak minta uang ke ibuk. kaka bisa membiayai hidup kaka sendiri. kenapa si orang-orang pada heran kalau kaka gak kerja?

tau ibu bilang apa?

kata ibuk. " YAA MAKANNYA KERJA!"

aku langsung diem. dalem hati yahhh salah ngajak orang curhat nih aku.

Ibuku ingin aku kerja. punya gaji. maybe beli apapun yang aku mau. atau sukur-sukur bisa bantu ibu. ngasih ibu tiap bulan. seperti yang kakak2ku lakukan.

Hi  Ibu. kalau suatu saat ibu baca ini (walaupun agak gak mungkin) 

Wahai Ibuku. Anakmu ini ingin sekali memberikan uang tiap bulan berjuta-juta. Anakmu ini ingin selalu membuat senyuman di wajah ibu. Selalu. 

Tapi apakah ibu tau? Jika cara berbakti anak kepada orang tuanya itu berbeda-beda? 

mungkin anak ibu yang pertama dan kedua bisa membuat ibu tersenyum dengan harta dengan uang yang dikirimkan setiap bulan

mungkin anak bungsu ibu bisa membuat ibu bangga dengan kepintaranya, dengan public speakingnya, dengan segudang prestasi yang dibuat.

mungkin aku. iya aku anak ibu yang ke-3 ini yang selalu merasa tidak terlalu dekat dengan ibu, yang selalu merasa tidak pernah di setarakan dengan anak-anak ibu lain. punya standar yang tidak sama dengan saudara yang lain.

bukan aku tidak mau memberi banyak uang untuk ibu. bukan pula aku tidak bisa berkelakuan baik.

bu, Aku cuma ingin membuat ibu tersenyum dengan cara yang berbeda. apapun itu akan aku lakukan untuk ibu. jika ibu mau. 

apakah ibu tidak melihat aku yang setiap hari bersama ibu.

ketika ibu butuh sesuatu yang mendesak. ketika ibu butuh orang yang bisa diandalkan.

siapa kalau bukan aku buk? anak terdekat ibu.

Mungkin anak-anak ibuk yang lain lebih bisa membuat ibu tersenyum

lebih bisa membuat ibuk bahagia.

 mungkin dengan bukti transfer yang ibu terima. atau dengan dering telfon yang ada di smartphone ibu yang datang sesekali dalam seminggu.

tapi aku cuma bisa berjanji untuk tetap di sisi ibu. memberikan yang terbaik menurut versi dan kemampuan aku. semoga ibu gak risih. wkwkwk

walaupun mungkin kita berdua banyak tidak cocoknya ya bu. 

but I know ketika aku nginep padahal cuma 1 hari ibu paniknya kayak apa.

jadi buk. gak usah gengsi untuk bilang ke aku " Kak, I need You" bcz I need You more Ibuk.

aneh kan tiba-tiba jadi surat untuk ibu. wkwkwk

Doakan aku dan Ibu selalu sehat dan bahagia dan berkecukupan dan panjang umur dan selamet dunia akhirat. Aminnnn ya Rabbalalamin.


first time ketemu camer

Sesuai judulnya Hari ini tanggal 2 juni 2022 Aku ketemu sama calon mertua Uhuuyyyy Kebayang gaaaa sihhhhh gimana excitednya akuuuu Kita liat...