Sabtu, 28 Oktober 2017

Pencalonan

Selamat malam semuanya
kali ini Aku ingin bercerita tentang PILWU(Pemilihan Kuwu) atau Pemilihan Kepala Desa. Jadi besok itu  adalah hari pemungutan suara untuk memilih Kepala Desa periode 2017-2022(kalau ga salah). Siapapun yang akan jadi Aku harap bisa memaksimalkan semua potensi yang ada di Desa ini.
but kali ini aku tidak ingin membahas calon-calon tersebut yang akan Aku bahas kali ini adalah dampak yang Aku rasakan dengan adanya pencalonan ini.
Demokrasi?
 Aku setuju dengan gagasan tersebut. istilahnya dengan Demokrasi kita diharapkan bisa menghargai pendapat orang lain agar kita dapat bersama-sama menentukan sebuah tujuan.
tapi sangat disayangkan orang-orang yang hidp di sekitarku tidak bisa mengharagai perbedaan pendapat tersebut sehingga banyak sekali tetangga yang tiba-tiba "mendiamkan" tetangganya sendiri hanya karena hal sepele seperti ini. Aku ingin sekali bilang kepada mereka bahwasanya bukan begini caranya berdemokrasi. apa maksud kalian berantem satu sama lain, adu mulut, bergosip di warung sayuran dan yang dibahaspun itu-itu aja kaga ada faedahnya. Apa dengan kalian berantem itu lantas bisa merubah segalanya?tiba-tiba calon kalian bisa seketika menang? kan tidak. Aku hanya tidaak habis fikir dengan tanah yang Aku tinggali sekarang ketika kebanyakan anak muda lantang menyuarakan hargai perbedaan antar Suku, antar Agama dll. oh ayolah lihat lebih dekat bahkan di ranah desa saja begini hebatnya, orang-orang tidak bisa menghargai perbedaan walaupun tujuan mereka sama, tempat ibadah mereka sama, bahkan doa yang mereka ucapkan sama. Tapi mereka tidak lantas melupakan satu perbedaan yang mereka miliki kok. toh mereka masih saja bergunjing sana sini ngomongin keburukan masing-masing calon. dengan adanya ini Aku tersadar bahwa untuk memecah belah Masyarakat itu ternyata sangat mudah sekali. ya seperti ini contohnya.
calon A mencari masa yang sekiranya mereka adalah pembenci calon B. dan begitu seterusnya.
Money Politic atau Politik Uang.
kalian pasti sudah tak aasing lagi bukan dengan kata itu.
jujur karena ini pertama kali Aku berkonstribusi dalam sebuah pemilihan pemimpin, ini aadalah kali pertamanya Aku mendapatkan uang cuma-cuma tanpa kerja apa-apa, tiba-tiba ada orang yang memberi amplop dengan gambar calon kepala desa tak ketinggalan slogan merekapun ada terpampang didepan amplop berisikan uang itu. total yang uang yang Aku dapatkan dari kedua calon tersebut adalah 370K. jumlah yang cukup banyak menurutku. kalau saja Aku gunakan uang ini untuk membeli cream malam dan cream siang wardah niscaya Aku akan mendapatkan 9 cream. mantappsss jiwa. tapi yang Aku rasakan adalah uang itu tidakada efek apa-apa terhadap diriku. mungkin itu yang disebuat uang tak berkah ya...
dan yang paling membuatku  heran adalah  suaraku ternyata lumayan mahal juga. hahah
oia ada lagi hal unik yang tumbuh disini yaitu ada beberapa orang yang percaya bahwa uang dari para calon tersebut pantang di makan atau digunakan. kenapa? karena ada andil dukun-dukun. agar kita pada akhirnya mau memilih calon tersebut. sehingga jika besok kita tidak memilih calon tersebut maka uang yang terlanjur kita makan akan berdampak buruk terhadap diri kita. ya kareeemmm. Aku percaya Allah, Aaku pecaya Dia maha melindungi, Dia maha besar. jadi Aku yakin Allah akan melindungi kita semua dari hal-hal yang buruk. amiinnn.
Ritme klasik yang terjadi pada sebuah "Pencalonan Kepala Desa" adalah:
Pasti Kepala Desa lama akan mencalonkan diri(lagi) diperiode selanjutnya. mungkin benar sifat manusia memang seperti itu selalu kurang puas. mungkin juga karena hal tersebut terlahirlah UU yang mengatur batasan seseorang untuk memimpin. kalau tidak diberlakukan UUD seperti ini Aku yakin tidak ada pergantian kepemimpinan.
Fakta-fakta yang Aku tau tentang Pencalonan ini
ternyata uang yang di keluarkan untuk merebut tombak kepemimpinan itu tidak sedikit salah satu calon ada yang sudah mengeluarkan uang 200jtlebih hanya untuk membagi sembako dan Uang untuk masyarakat yang belum tentu akan membarikan suaranya untuk memilih Anda.
Fakta kedua adalah ada istilah cucuk(bahasa jawa berarti paruh unggas).
cucuk disini hanya istilah untuk tim sukses salah satu calon tersebut. cucuk bertanggung jawab untuk mengajak orang lain agar memilih calon yang mereka pilih.
lalu kalian tau berapa imbalan cucuk jika suatu saat calon yang mereka pilih menjai Kepala Desa?
1jt iya 1jt. menurutku lumayan lah uang segitu bisa  digunakan untuk membeli maca-macam.
masih banyak yang ingin Aku tuliskan tapi ini sudah jam 1lebih. Aku ngantuksss..sudah dulu ya.



Kamis, 12 Oktober 2017

Semester Lima (bukan ibu kota Peru)

Sekitar 2hari yang lalu ada orang yang nanya ke Aku. kira-kira begini :
Amel tuh selama kuliah sampe semester 5 ini dapet apa aja?, ada ga gitu yang bisa atau ahli dalam 1 pelajaran tertentu.
Aku ngedenger itu ga kaget sih karena aku juga sering menanyakan itu ke diri Aku sendiri.
cuma Aku bingung aja harus jawabnya gimana hahaha. soalnya sebanyak apapun Aku tanya dan mencari jawabanya tetep aja ga ketemu. jadi bisa Aku simpulkan bahwasanya Aku tidak bisa apa-apa. 
trus kalau ga bisa apa-apa untuk apa Aku ngabisin uang ortu, ngabisin waktu dan tenaga untuk jauh-jauh kuliah bolak-blik hampir tiap hari? lantas mana output yang di hasilkan dari input-inputan tersebut?
kalau bahasa DFD ini dinamakan blackhole karena input masuk tapi tidak ada output sama sekali.
ya mungkin ga sama sekali banget sih, ada beberapa yang nyangkol, sedikit ding bukan beberapa, kadang Aku berfikir ini salah siapa sih? salahnya sistem perkuliahan atau Dosen atau mungkin Aku yang Oonnya keterlaluan atau Akunya aja yang malesnya naudzubillah ketika di suruh belajar?. Entahlah.
kayanya Aku deh yang salah karena caraku belajar itu sama kaya anak SMP yang masih maunya di suapin melulu. kaya "ini loh kamu harus baca ini", "kamu pelajari tentang ini ya"."kamu cari deh materi tentang ini tapi di batasi dari A ke B" .ibaratnya Aku ga bisa nyari materi seenak jidat di baca semuanya dan tau-taunya ga masukk sama sekali. Udah mah Aku males banget baca lagi. ya ampun kamu ini mahasiswa macam apa sih?.
dulu saat Aku masih semester 1 ada Dosen yang bilang, "Kalian itu masuk TI udah salah. udah ga usah di lanjutin". semenjak saat itu Aku kek mikir gitu sih ada benernya juga Bapak itu ngomong semakin Aku naik tingkat semakin Aku ga tau apa-apa tentang semua ini. di tambah beban tugas yang menumpuk dan deadline ini itu. Semester 6 Aku harus mengikuti KP kemudian setelah itu ada laporan KP. Semester 7 ngurus ini itu. Semester 8 Skripsi. Tanpa Aku sadari waktu begitu cepat berlalu dan Aku masih diam disini tanpa mengerjakan apa-apa. Aku merasa tidak bisa mempertanggung jawabkan title yang ada di belakang namaku kelak. Kalau mikir lagi tentang itu kek serem banget gitu loh. Walaupun mungkin ketika di jalani ga seserem yang Aku fikirkan tapi tetap saja beban.ngeliat kaka tingkat yang bolak-balik bimbingan. Bolak-balik ruang dosen atau nunggu dosen berjam-jam untuk minta tanda tangan, mendengar cerita-cerita mereka. Nonton The Conjuring, Ouija, Anabel atau film-film horor lainya Aku ga takut sama sekali tapi ketika memikirkan Kuliah idihhh Subhanallah seremnya minta ampun.
Gatau deh kenapa mungkin Aku aja yang berlebihan menyimpulkan ini semua. Tapi beneran deh serius Aku takut. Hahahaha.
sebenernya masih banyak sih yang mau Aku tulis tapi sekarang Aku harus nyuci piring. cucian piring Aku udah kaya Dosa, buanyak banget. 



Senin, 02 Oktober 2017

Dunia Maya?

Catatan ini tercipta ketika HPku koma. LCDnya rusak. Oleh karena itu kegiatanku di media sosial berkurang. Alhamdulillah dengan datangnya musibah itu lahirlah celotehan sebagai berikut :

Pernah tidak merasakan bosan terhadap social media?
Seperti ingin sekali menjalani hidup di dunia nyata?
Hidup yang sebenar-benarnya.
Kehidupan yang tidak harus bikin status untuk pamer atau sekedar meluapkan amarah.
Zaman sekarang angka Like di instagram menjadi sangat penting karena sifat manusia notabene memang senang di sukai oleh manusia lain, padahal kita tidak tau dia mentouch like itu karena benar suka atau hanya ingin dilike balik saja?
Aku ingin hidup di dunia nyata yang ibaratnya kalaupun Aku tidak suka dengan seseorang Aku tahu persis alasanya. Tidak seperti di dunia maya Aku dapat membenci seseorang hanya karena postannya yang menurutku seperti sampah. Spam melulu.
Aku takut kesopananku dapat habis hanya karena Aku sering bermedia social. Aku takut moralku berubah hanya karena Aku melihat video-video yang tidaak ada feedback apa-apa terhadap diriku. Aku khawatir secara tidak sadar Aku dirusak oleh social media. Lebih parahnya lagi Aku takut menjadi Anti social di dunia nyata karena sibuk mengurus “imageku” di social media.
Tidak jarang orang yang sangat berbeda antara kehidupan nyata dan feed-feed mereka di social media. Menurutku sih gimana yaa.. Aku tau itu hak-hak mereka mengupload apapun di social media mereka toh itu punya mereka kan. Tapi setidaknya jangan jadi orang yang fake banget tuh. Buset dah Aku nyinyir amat ya. But honestly Aku tidak menyukai orang-orang seperti itu.
Sedihnya adalah yang Aku rasakan sekarang justru social media ini tidak terlalu worth it untuk anak muda jaman sekarang. Mungkin sebagian kecil ada yang menggunaka social media dengan baik contohnya bikin online shop mungkin atau bikin akun tentang puisi?. Ya apa saja hal yang positif lainya. Namun hati-hati jaman sekarang banyak juga orang yan berprasangka buruk dan seenak jidat mengartikan post-an kita di dunia maya. Padahal kembali lagi ya niat orang kan berbeda-beda. Jangan gampang  panas karena orang lain ngepost sesuatu yang bikin kamu jengkel atau menyinggung perasaaanmu mungkin. Karena yang tau maksud mereka itu hanya Tuhan. Kita sebagai manusia hanya bisa apa? Ya nonton doang sambil nyinyir. Hahaha
Jadi apa inti dari tulisanku kali ini?
Entahlah tak ada.

Minggu, 01 Oktober 2017

Twenty Years Old

Hari ini Aku Ulang Tahun.
sudah-sudah tak usah beri Aku selamat cukup doakan Aku saja.
sebenarnya Aku bingung apa yang ingin Aku ceritakan terlebih dahulu.
perasaaanku mungkin?.
Ulang tahun di umur 20 itu jujur Aku sangat terbebani bukan berarti Aku tidak bersyukur karena Tuhan sudah memberiku umur sepanjang ini, hanya saja Aku belum siap menjadi dewasa. atau bahkan menikah. punya anak dan lain-lain. kata orang-orang umur 20 adalah puncak galau yang sesungguhnya. dan yap sepertinya itu benar.
Aku banyak melihat hal yang seharusnya Aku pelajari tapi Aku terlalu banyak berfikir hingga akhirnya tak ada ujung dari sebuah pemikiran-pemikiranku.
mau jadi apa kelak? mau dibawa kemana tubuhku ini? jawaban dari  pertanyaan-pertanyaan masa depanku itu Aku tidak tau. bukan karena Aku malas berfikir tentang hal itu tapi sungguh Aku tidak tau. terkadang Aku berdalih Aku percaya Tuhan sudah mengatur semuanya. dan Dia adalah sebaik-baiknya perencana. lantas kenapa Aku harus repot-repot merencanakan sesuatu yang sesungguhnya sudah ada Rencana-Nya yang lebih indah?. you know what I mean kan?.
Apa yang Aku harapkan di ulang tahn yang ke 20 ini?
tak muluk-muluk Aku hanya ingin menjadi manusia yang berguna, yang bisa peka terhadap lingkungan sekitar. seperti orang-orang kebanyakan Aku juga ingin menjadi lebih baik lagi dari segala aspek. baik itu ibadah, perilaku, tutur kata dll. anehnya Aku sudah tidak ingin hal-hal kecil seperti ucapan "selamat", kado, kue, atau Aku rela begadang demi menunggu siapa yang akan mengucapkan tepat pada 00:00. Sungguh Aku tidak butuh itu semua. Aku hanya ingin Doa tulus kalian. sudah itu saja.
masalah Cinta?
hahaha Aku tidak mau mengumbar-ngumbar cerita cinta di blogku.Aku hanya sedang belajar mencintai diriku sendiri. Aku sedang berusaha jatuh cinta sejatuh-jatuhnya kepada diriku. karena Aku yakin ketika seseorang sudah bisa mencintai diri sendiri maka Dia tidak akan sulit membagi cintanya kepada orang lain. sekian




first time ketemu camer

Sesuai judulnya Hari ini tanggal 2 juni 2022 Aku ketemu sama calon mertua Uhuuyyyy Kebayang gaaaa sihhhhh gimana excitednya akuuuu Kita liat...