Hai semuanya..
Pertama Aku akan berjanji ini adalah tulisan terakhirku mengenai masalah ini.
Jadi gini pada tanggal 28 Oktober lalu akhirnya kami semua dapat menyalurkan hak kami sebagai warga negara yang baik yaitu memilih atau memberi suara kami untuk pemimpin desa kami.
ditulisan sebelumnya Aku tidak terlalu membahas secara spesifik tentang siapa saja calon-calon yang ada di desa kami, dan sekarang Aku ingin sedikit memberi gambaran tentang mereka.
oke jadi ada 2 calon, calon yang pertama adalah pemimpin lama yang mencalonkan diri lagi. dan yang kedua adalah calon baru (yaiyalah). mungkin karena hanya ada 2 calon sehingga sangat-sangat terasaa sekali udara persaingan mereka berdua dan yang sangat merasakan dampaknya adalah kami rakyat biasa. ibaratnya gini gegara 2 calon ini kami terpisah menjadi 2 bagian yang memiliki pilihan yang berbeda dan sayangnya karena perbedaan inilah kami menjadi saling adu mulut, saling diam tapi membicarakan dari belakang, saling sakit menyakiti. mungkin kami belum sadar bahwasanya tetangga dan semua yang hidup di desa ini adalah saudara dan saudara itu reflection dari diri kita sendiri tidak mungkin dong kita tega menyakiti diri kita ibaratnya begitu. kamu nyakitin tetangga kamu sama aja nyakitin dirisendiri.
Ketika hari H tiba dari pagi sampai jam 14:00 suasana masih terkendali. Tapi beberapa puluh menit kemudian suasana jadi ricuh karena sedang dilangsungkannya penghitungan suara. Ada yang bilang banyak pemuda yang mabuk iya mabuk minuman mabuk apalagi?. di desa kamipun ada sajalah pemuda-pemuda yang "begitu". Hasil akhirnya adalah calon kedua yaitu calon baru dinyatakan menang dalam pemilihan itu. ada pulak pemuda-pemuda yang telanjang dan di beri pilok bertuliskan nomor urut calon di dadanya mereka melakukan konvoi-konvoi ga jelas menurutku.
Aku fikir calon pertama yang menang, dan kebanyakan orang juga berfikiran seperti itu dan calon kedua ini tidak pernah di prediksikan akan menang. karena desas desus yang tumbuh dimasyarakat adalah calon pertama yang akan menang. anyways akhirnya begitu kan. mereka yang pendukung calon menang tersebut melakukan surak (melemparkan uang koin dan beras ke halayak ramai) didesa kami memang begitu budayanya ketika menyalurkan rasa bahagia atau bersyukur mereka.
Keesokan harinya Aku berangkat ngampus sekitar jam 08:00 dan kalian tau apa yang terjadi di desa kami?. Desa kami sepiiiiiii sekali serius sepi kali kali kali. rasanya itu adem banget. jam 08:00 booo setidaknya pasti lah ada satu dua motor yang melintas dijalan but ketika hari itu jam itu tidak ada. pintu-pintu di tutup. dan tidak ada orang yang berjalan di samping-samping jalan raya. wow kan..
Setelah berbulan-bulan sebelum hari H diadakan kami kan sudah terpecah belah tuh kaya yang pernah Aku tuliskan ditulisan sebelumnya. ya Aku fikir kalau orang-orang ini meributkan satu alasan yaitu siapa yang akan menjadi pemmpin? toh sekarang ssudah terpilih. tapi ternyata tidak loh pemirsa ada orang-orang yang tetapi diem-dieman atau tetap menjelek-jelekan satu sama lain, masih dendam dan masih mendiamkan. ternyata masih jadi perbincangan yang sangat amat diminati oleh ibu-ibu dan bapak-bapak loh calon-calon ini. sangat jarang sekali orang-orang yang berfikiran seperti ini "yasudah yang sudah ya sudah, kita lupakan yang lalu, yuk damai lagi". oh my lorrddd.
trus Aku sebagai pemuda harus bagaimana?
you know di desa Aku ini hanya orang-orang Tua saja yang diberi hak seutuhnya untuk mengemukakan pendapat. Anak muda 20 tahun macam Aku ini masih di anggap anak-anak yang belum tau apa-apa oh cameoonnn man... Aku tau ini tidak lah adil. tapi ada baiknya juga anak muda sepertiku tidak diberi kesempatan untuk bicara. ketika Aku diam Aku merasa lebih banyak menyerap apa saja yang ada disekitarku karena aku fokus kepada indra pendengar. namun ketika Aku ikut berpendapat didepan mereka para orang-orang yang katanya tua atau dewasa ini fokusku akan terbagi kemulut, dan Aku faham bahwa mulutku Harimauku, bisa saja Aku menyakiti sediri atau orang lain yang Akan terluka oleh kata-kataku.
Beberapa hari ini Aku berdoa kepada Allah semoga kami disatukan kembali seperti sedia kala. Amiinnnn. Mohon bantuan doanya juga ya pembaca. terimakasih sebelumnya.