Rabu, 28 Juli 2021

Tahun 2017

 Disclaimer saudara-saudaraku sebangsa setanah air tercinta.

ini tulisanku di tahun 2017 tidak tau kenapa kayaknya di Tahun ini aku sedang gemar sekali menulis.

apakah aku sedang jatuh cinta dengan penulis? mungkin saja. tapi aku lupa. 4 Tahun lalu. hahaha waktu tetap sama dia berjalan dengan hati-hati namun pasti. Sehingga ketika dia pergipun aku tidak bisa merasakan getaran langkah kakinya. (Aku kesurupan diriku di Tahun 2017)

Jadi dari yang Aku baca barusan ini aku lagi gaya-gayaan ngarang cerpen gitu. wkwkwk

padahal ceritanya lumayan seru tapi gantung banget ih nyebelin. 

walaupun alurnya acakadul. 

tapi tulisanku ini seperti punya memory tersenndiri saat aku membacanya. cailah 

anyways gays daripada Aku ngomong terus.

Aku persilahkan kalian membaca ini. terserah mau memuji kah, menghujatkah, I dont Care. yang penting ada gunanya kan kalian belum tidur sampai sekarang. gkgkgk

And I hope you guys still Happy and Healty.

love you All.

Judul : SLAVE 

(ya Allah kenapa Aku memilih judul Budak dari banyak kata-kata di dunia ini. Sayangnya Aku lupa alasan aku memberi judul ini, dan mau aku bawa kemana tulisanku ini. I really FORGOT Guys)

Aku bertemu seorang wanita manis pada rabu pagi

Kami sama-sama duduk di halte berwarna merah.

Hujan yang seperti menahan kami berdua lebih lama.

Wanita ini terlihat sangat judes. Namun beberapa saat kemudian senyum yang ia lemparkan kepadaku sangat manis terukir melengkung seperti bulan sabit.

Dia berkata namaku atalia.

Kemudian aku menjawab Astu sambil tersenyum.

Nama yang indah dia berkata.

Lalu aku menjawab namamu juga cantik.

Kami mengobrol hampir 1 jam ketika perlahan hujan mulai reda.

Aku benci perpisahaan pun berpisah dengan wanita manis ini.

Kami bertukar nomor whatsaap.

Kami mulai dekat sejak pertemuan pertama itu.

Bebrapa minggu kemudian

Pada malam hari jam 11:00 atalia menelfonku, dia menangis sambil memanggil namaku.

Mataku yang masih blur ku paksa melek.

Hei? Kau kenapa?

Besok bisakah kita berdua bertemu? Sambil terisak

Oke, jam berapa?

Saat senja dia bilang di taman dekat hotel tunis.

Belum sempat aku menjawab sudah ada bunyi tut tut…..

Singkat cerita kami bertemu.

Wanita manis ini datang ke arahku dengan mata sembab. Kemudian ia tersenyum kecut.

Aku diam sambil melihat kakek tua bersama anjingnya.

Kemudian ia berkata.

Astu? Apakah kau pernah merasakan sakit?

What the hell aku berucap dalam hati. Siapa juga yang tak pernah merasakan sakit? Firaun? Hehehe.

Aku menjawab sambil tertawa tidak pernah aku adalah kleopatra yang selalu minum ramuan agar sehat dan cantik. Sambil membesarkan suaraku.

Dia melirikku dan bilang tidak lucu.

Oke aku menyerah aku bilang.

Astu. Dia memanggil namun matanya terpaku ke arah pohon yang sedang di kencingi anjing kakek tadi.

Aku ingin bunuh diri.

Sontak aku tertawa bwahahah akan ku bantu cantik.

Astu dengarkan. aku serius dia bilang sambil memegang pudak kananku.

Kemudian ia bercerita.

Aku bertemu pria dan aku jatuh cinta.

Pria itu sudah menyelam kedalam tubuhku.

Aku merasa dia jatuh cinta terhadap tubuhku.

Tapi sayangnya aku mencintai pria itu sepenuhnya. matanya, tahi lala pada hidungnya, tubuhnya, sifatnya, senyumnya. Dia begitu sempurna Astu.

Tadi malam dia datang dan memberiku seikat bunga kemudian mengecup keningku.

Laki-laki itu berkata Atalia maafkan aku. Aku tidak mencintaimu lagi. aku ingin kita tetap sama. Jangan ada yang berubah hanya karena aku mengatakan ini.

Astu ceritakan padaku laki-laki macam apa dia ini?

Datang membawa bunga tapi mengatakan sesuatu yang menyeramkan?

Aku melihat mata sebabm yang dimiliki Atalia mulai berair. Aku tetap diam. Kemudian Atalia mlanjutkan ceritanya.

Aku berbicara padanya Astu.

Aku ingin memeluk tubuhmu.

Dia menarik tubuhku ke badanya aku terisak di dadanya.

Yang aku benci Astu.

Dia selalu saja mengelus rambutku. Dan itu membuatku seperti kucing yang tak ingin majikannya pergi meninggalkan dia. Aku nyaman denganya Astu.

Kemudian dia bilang aku ambilkan minum sebentar boleh? Setelah itu kau bebas memelukku lagi.

Dan bodohnya aku tersenyum. Konyol sekali.

Dia membawakanku segelas air putih.

Dia melihat mataku.

Atalia kau jelek sekali jika sedang menangis. Lihatlah mata dan hidungmu memerah macam pantat monyet.

Aku tidak tersenyum Astu. Aku tidak mau dia merasa Aku wanita gampangan yang mudah hanyut ketika di rayu dengan lelucon aneh.

Dia bilang

Atalia semuanya akan baik-baik saja. Aku hanya mengangguk.

Dia sempat mencium bibirku sebelum pergi. Dia berkata take care Atalia sambil mengusap kepalaku. Dan aku Cuma mengangguk.

Setengah jam kemudian Aku tau dari temanku bahwasanya ia kecelakaan dan dia sedang di rumah sakit Hanun.

Aku menelfon pihak Rumah Sakit dan Dia sedang ada di ruang UGD.

Sebelum pergi aku menelfonmu Astu.

Sampai di rumah sakit

Aku melihat ada perawat mendorong ranjang berisi tubuhnya keluar dari UGD.

Entahlah Astu walaupun ada sisa-sisa darah di rambut dan wajahnya ia tetap mempesona.

Aku bertemu dengan ibunya untuk pertama kali.

Dia Cantik Astu....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

first time ketemu camer

Sesuai judulnya Hari ini tanggal 2 juni 2022 Aku ketemu sama calon mertua Uhuuyyyy Kebayang gaaaa sihhhhh gimana excitednya akuuuu Kita liat...