Judulnya :
Per-JODOH-an
Jodoh?
Apa yang terlintas di pikiranmu saat membaca kata itu?
Jodoh? Yang terlintas dipikiranku saat membaca kata-kata itu
adalah “menikah”.
Seseorang yang akan menghabisakan sisa waktu bersamamu
selama-lamanya until you die.
Orang bilang jodoh sudah ada yang mengatur yaitu dzat yang
maha pengasih dan penyayang.
Tapi aku juga tidak mengerti kenapa masih ada saja
perjodohan.
Mungkin bagi kebanyakan orang tua masih takut atau malu
ketika anak perempuannya sudah menginjak umur 20an kemudian belum punya pacar
atau husband will be.
Umur dua puluh nih menurut mereka umur yang mau tidak mau
anak perempuan mereka harus segera menikah.
Aku tau bahwa semua orang tua ingin anaknya bahagia. Ya
pasti lah..
Tapi apakah mereka tahu bahwa anak mereka juga mempunyai
they own happiness.
Mereka seharusnya mengimani ketentuan bahwa Tuhan
menciptakan makhluk itu berpasang-pasangan.
Lalu kenapa mereka masih takut anak perempuan mereka tidak
laku? Perawan tua?
Omaygat are you insane?
Perawan adalah keadaan dimana perempuan belum pernah
melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis.
Tua adalah keadaan dimana kau sudah keriput atau mempunyai
anak. Contoh katanya begini : orang tua(parents).
Perawan Tua?. Kiasan yang aneh.
Banyak cara Tuhan menuliskan kisah menuju pernikahan.
Ada yang harus mengenal 2-4 tahun dulu baru mereka menikah.
Adapula yang hanya mengenal 2-5 bulan kemudian mereka memutuskan menikah.
Mungkin pula “perjodohan” ini menjadi salah satu dari cara how they getting
married.
Aku bukan orang yang menolak perjodohan. Karena aku faham
cara tuhan mempertemukan seseorang itu berbeda-beda. Tapi aku tidak suka dengan
“perjodohan” ini terkesan “memaksa”. Bagaimana bisa?
Manusia jika mempunyai keinginan pastilah bernafsu atau
berusaha untuk mewujudkannya.
Contoh kasarny begini ada lakik suka sama gadis. Si gadis
nih belum ingin untuk menikah walaupun umurnya sudah seperempat abad, harusnya
sebagai laki-laki yang gentle dia harus siap menerima penolakan-penolakan macam
itu. Tidak boleh karena ditolak lantas dia malah mendekati anggota keluarga si
gadis itu. Contoh memberi sesuatu kepada Ibu, adik atau saudara-saudaranya yang
lain. Hah!! Licik sekali kau ini. Lalu setelah kau memberikan seuatu kepada
anggota keluarga lain. Ibu dari si gadis ini mulai merasa berhutang budi
kemudian memaksa anak gadisnya untuk kawin dengan lakik ini. Damn man. Jahatnya
dikau merenggut kebebasan seorang wanita yang sedang mencari jati dirinya. Aku
berkomentar seperti ini menurut sudut pandang perempuan ya.. jadi jika tulisan
ini dibaca oleh kaum adam dan ada perbedaan pikiran. Never mind. Cara- cara
mendekati anggota keluarga itu bagaimana ya menurut Aku that’s not working.
Karena terkadang tidak malah membuat si gadis yang engkau cintai klepek-klepek
tapi malah membuat illfell.. kau akau terlihat lemah dan egois wahai pria-pria
single.
Di tolak ? ya cari lagi. a simple as that. Perilaku anda
sendirilah yang merepotkan kaum hawa macam kita-kita orang ini.
Apalagi pada zaman modern macam sekarang sudah ada
emansipasi wanita dimana wanita dapat berkarir seenak jidat mereka.
Wanita juga punya loh cita-cita, mereka punya pemikiran
sendiri. Jangan kau fikir wanita hanya ingin menjadi ibu rumah tangga. Mungkin
ada sebagian wanita yang berfikir seperti itu. I appreciate that. Itu bagus.
tapi bagaimana dengan wanita yang ingin mencari duit dulu? Mungkin wanita itu
ingin memberi sesuatu untuk orang tuanya dulu atau membantu adik-adiknya
mungkin?. Karena saat wanita “menikah” hidupnya berhenti disitu. Wanita itu
barang jualan. Jadi jika sudah di beli, dia sudah sepenuhnya menjadi milik
orang. Bahkan orang tuanya yang sudah dengan keringat dan tangis membesarkannya
tidak berhak apa-apa lagi.
Jadi pesan saya adalah hargai wanita yang masih ingin
membahagiakan orang tuanya.
Aku sangat amat percaya bahwa semua orang di dunia ini
mempunyai pasangan
Jangan patahkan semua cita-cita dan harapan seorang wanita
hanya karena harus “menikah”.
Sekian..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar